Teknologi Terbaru 2013 : Meja Masa Depan


Teknologi Terbaru 2012 : Meja Masa Depan Microsoft Surface dan EXOdeskSobat mungkin sudah sering melihat video maupun film yang menampilkan kecanggihan teknologi terbaru untuk masa depan. Tapi apa jadinya jika hal tersebut menjadi nyata dan bisa sobat miliki? Saat ini mungkin fungsi meja bagi sobat hanya sebagai peralatan rumah tangga untuk meletakkan peralatan tulis menulis atau sekedar pengisi interior ruangan. Pada awal tahun 2011, beredar kabar munculnya teknologi TV hologram. Tapi baru-baru ini, dipenghujung tahun 2011, Microsoft membuat sebuah terobosan dengan teknologi yang diberi nama Microsoft Surface, dimana sebuah kombinasi antara meja, komputer, kamera, serta touch sensivity berukuran sebesar yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi untuk berbagai aktivitas.
Pada meja besar yang menggunakan LCD touch screen 40 inci, Microsoft menempatkan sebuah smartphone pada layar, seketika Microsoft Surface akan mengenali perangkat tersebut dan menampilkan informasi mengenai perangkat serta memungkinkan untuk memilih model yang berbeda. Kabarnya, Microsoft telah mengkonfirmasi harga terbaru untuk meja masa depan yang akan mereka rilis pada tahun 2012 nanti di pasar Amerika sebesar $8.900.
Seperti halnya Microsoft Surface, teknologi terbaru masa depanlainnya, sebuah meja interaktif, EXOdesk, memungkinkan sobat untuk melakukan semua aktivitas pada virtual space. EXOdesk sebenarnya merupakan sebuah tabletop computer yang menawarkan layar high definition 40 inci, di mana kita bisa memanipulasi virtual object dengan menyentuh dan dragging. EXOdesk akan dirilis pada tahun 2012 mendatang dengan harga $1,299.


Foto: Teknologi Terbaru 2013 : Meja Masa Depan

Teknologi Terbaru 2012 : Meja Masa Depan Microsoft Surface dan EXOdeskSobat mungkin sudah sering melihat video maupun film yang menampilkan kecanggihan teknologi terbaru untuk masa depan. Tapi apa jadinya jika hal tersebut menjadi nyata dan bisa sobat miliki? Saat ini mungkin fungsi meja bagi sobat hanya sebagai peralatan rumah tangga untuk meletakkan peralatan tulis menulis atau sekedar pengisi interior ruangan. Pada awal tahun 2011, beredar kabar munculnya teknologi TV hologram. Tapi baru-baru ini, dipenghujung tahun 2011, Microsoft membuat sebuah terobosan dengan teknologi yang diberi nama Microsoft Surface, dimana sebuah kombinasi antara meja, komputer, kamera, serta touch sensivity berukuran sebesar yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi untuk berbagai aktivitas.
Pada meja besar yang menggunakan LCD touch screen 40 inci, Microsoft menempatkan sebuah smartphone pada layar, seketika Microsoft Surface akan mengenali perangkat tersebut dan menampilkan informasi mengenai perangkat serta memungkinkan untuk memilih model yang berbeda. Kabarnya, Microsoft telah mengkonfirmasi harga terbaru untuk meja masa depan yang akan mereka rilis pada tahun 2012 nanti di pasar Amerika sebesar $8.900.
Seperti halnya Microsoft Surface, teknologi terbaru masa depanlainnya, sebuah meja interaktif, EXOdesk, memungkinkan sobat untuk melakukan semua aktivitas pada virtual space. EXOdesk sebenarnya merupakan sebuah tabletop computer yang menawarkan layar high definition 40 inci, di mana kita bisa memanipulasi virtual object dengan menyentuh dan dragging. EXOdesk akan dirilis pada tahun 2012 mendatang dengan harga $1,299.

Tentang Linux

Linux adalah Operating System seperti UNIX, yang merupakan implementasi independen dari POSIX, meliputi true-multitasking, virtual memory, shared libraries, demand-loading, proper memory management, dan multiuser. Linux seperti layaknya UNIX, mendukung banyak software mulai dari TEX, X Window, GNU C/C++ sampai ke TCP/IP.

Linux adalah sistem operasi yang disebarkan secara luas dengan gratis di bawah lisensi GNU General Public License (GPL), yang berarti juga source code Linux tersedia. Itulah yang membuat Linux sangat spesial.

Linux masih dikembangkan oleh kelompok-kelompok tanpa dibayar, yang banyak dijumpai di Internet, tukar-menukar kode, melaporkan bug, dan membenahi segala masalah yang ada. Setiap orang yang tertarik dipersilahkan untuk bergabung dalam pengembangan Linux.

Linux pertama kali dibuat oleh Linus Torvalds di Universitas Helsinki, Finlandia. Kemudian Linux dikembangkan lagi dengan bantuan dari banyak programmer dan jagoan UNIX di Internet. Sekarang Linux bisa diperoleh dari distribusi-distribusi yang umum digunakan, misalnya RedHat, Debian, Slackware, Caldera, Stampede Linux, TurboLinux dan lain-lain. Kernel yang digunakan adalah sama-sama Linux, sedangkan perbedaannya hanyalah paket-paket aplikasi yang disertakan, sistem penyusunan direktori, init style, dll.

Mana yang lebih baik? Semua sama baiknya, tergantung selera. Jika diperdebatkan kelebihan dan kekurangan masing-masing, tidak akan pernah ada habisnya.

Linux dulunya adalah proyek hobi yang dikerjakan oleh Linus Torvalds yang memperoleh inspirasi dari Minix. Minix adalah sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada bulan Oktober 1991 tanggal 5, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu 0.02 yang hanya dapat menjalankan bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).

Sekarang Linux adalah sistem UNIX yang lengkap, bisa digunakan untuk jaringan (networking), pengembangan software, dan bahkan untuk sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif OS yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan OS komersial, dengan kemampuan Linux yang setara bahkan lebih.

• Mengapa pakai Linux?


Lisensi
Linux, sering juga disebut GNU/Linux, adalah operating sistem yang kompatible dengan Unix, berisi kernel Linux itu sendiri dan sekumpulan lengkap alat-alat dan program-program lain, yang kebanyakan di bawah naungan proyek GNU dari Free Software Foundation. Tampilan grafis atau Graphical User Interface (GUI) disediakan oleh X Window System beserta kumpulan libraries dan alat-alatnya.

Semua software ini bisa didapat gratis berdasarkan lisensi GNU General Public License atau lisensi-lisensi lain yang mirip dengan itu. Berdasarkan lisensi ini, siapa pun bisa mendapatkan program baik dalam bentuk source code (bisa dibaca manusia) mau pun binary (bisa dibaca mesin), sehingga program tersebut dapat diubah, diadaptasi, mau pun dikembangkan lebih lanjut oleh siapa saja.

Karena banyak sekali program-program maupun komponen software (biasanya tergabung dalam “paket” yang membentuk sebuah sistem Linux yang lengkap, dan kesemuanya itu diurus oleh banyak orang dan organisasi dalam jadwal yang berbeda-beda, maka beberapa perusahaan dan organisasi mengumpulkan paket-paket tersebut menjadi satu distribusi (distro). Tapi tidak itu saja, mereka juga melakukan tes-tes terhadap software di dalamnya, mengembangkan program-program instalasi atau yang memudahkan instalasi, sebagian ada yang memberikan technical support, dan sebagainya.
Ada distribusi komersial seperti Red Hat, Caldera, SuSE, dan ada juga distribusi yang non-komersial seperti Debian GNU/Linux.

Logo distro linux
Baik distribusi komersial mau pun non-komersial tersedia tanpa dipungut biaya di internet, dan juga di media seperti CD-ROM (anda bayar ongkos media plus ongkos kirim tentunya). Perbedaan mendasar antara komersial dan non-komersial adalah bahwa produk komersial didukung oleh perusahaan yang menyediakan technical support, dan mungkin juga menyediakan beberapa software komersial lain yang tidak bisa didistribusikan secara gratis. Hal ini tentunya penting di lingkungan bisnis tertentu.


Sejarah
Walaupun Linux bukanlah sistem Unix yang resmi, Linux mempunyai dasar warisan, budaya, arsitektur dan pengalaman operating sistem Unix selama 28 tahun lebih. Sejak munculnya Linux source code (tahun 1991) kernel Linux telah diteliti (review) dan disempurnakan oleh (minimal) puluhan ribu programmer di seluruh dunia. Sebagian besar program-program GNU dan X Window System telah ada lebih lama dari Linux dan telah diteliti lebih seksama. Source code dari operating system saingan, seperti Windows 95 dan Windows NT, tidak tersedia untuk umum, sehingga tidak bisa diteliti oleh khalayak ramai. Desain dari sistem yang demikian tidak menikmati perkembangan sejarah dari sistem-sistem Unix.


Pengguna Linux
Linux diperkirakan mempunyai kurang lebih 7.500.000 pengguna, dan angka itu bertambah terus setiap harinya dengan sangat pesat. Interaksi dengan OS lain Linux bisa berinteraksi dengan operating sistem lain melalui tiga cara: kompatibilitas file dan filesystem, kompatibilitas network, dan emulasi (simulasi) operating sistem. Linux bisa menggunakan file-file dari operating sistem lain, dalam artian bisa membaca dan menulis format file tersebut. Sehingga (hard)disk maupun disket-disket dari OS/2, NT, DOS/Windows, Apple Macintosh, Unix, dan sistem-sistem lain, bisa dibaca (dalam banyak hal juga ditulis) dengan mudah oleh Linux. Hampir semua format file standar industri didukung oleh aplikasi-aplikasi Linux, kecuali beberapa format yang spesifik vendor atau produk.

Di tingkat networking, Linux bisa bekerja sama dengan baik sekali dengan operating sistem lainnya. Linux mempunyai dukungan TCP/IP yang sangat bagus, dan juga mempunyai dukungan SMB untuk Microsoft file sharing and printing melalui paket Samba, Apple file and printer sharing lewat netatalk, dan IPX/SPX (Novell) file sharing lewat paket Mars NWE (dan paket komersial dari Caldera).

Dalam lingkungan campuran Windows/Linux, menggunakan Samba server dan sistem smbclient, komputer Linux akan tampil di Network Neighborhood dari sistem Windows, hampir tidak bisa dibedakan dengan NT. Komputer Linux juga akan mempunyai akses penuh ke file dan printer yang di-share dari WFWG, Windows 95, maupun Windows NT
Foto: Tentang Linux


Linux adalah Operating System seperti UNIX, yang merupakan implementasi independen dari POSIX, meliputi true-multitasking, virtual memory, shared libraries, demand-loading, proper memory management, dan multiuser. Linux seperti layaknya UNIX, mendukung banyak software mulai dari TEX, X Window, GNU C/C++ sampai ke TCP/IP.

Linux adalah sistem operasi yang disebarkan secara luas dengan gratis di bawah lisensi GNU General Public License (GPL), yang berarti juga source code Linux tersedia. Itulah yang membuat Linux sangat spesial.

Linux masih dikembangkan oleh kelompok-kelompok tanpa dibayar, yang banyak dijumpai di Internet, tukar-menukar kode, melaporkan bug, dan membenahi segala masalah yang ada. Setiap orang yang tertarik dipersilahkan untuk bergabung dalam pengembangan Linux.

Linux pertama kali dibuat oleh Linus Torvalds di Universitas Helsinki, Finlandia. Kemudian Linux dikembangkan lagi dengan bantuan dari banyak programmer dan jagoan UNIX di Internet. Sekarang Linux bisa diperoleh dari distribusi-distribusi yang umum digunakan, misalnya RedHat, Debian, Slackware, Caldera, Stampede Linux, TurboLinux dan lain-lain. Kernel yang digunakan adalah sama-sama Linux, sedangkan perbedaannya hanyalah paket-paket aplikasi yang disertakan, sistem penyusunan direktori, init style, dll.

Mana yang lebih baik? Semua sama baiknya, tergantung selera. Jika diperdebatkan kelebihan dan kekurangan masing-masing, tidak akan pernah ada habisnya.

Linux dulunya adalah proyek hobi yang dikerjakan oleh Linus Torvalds yang memperoleh inspirasi dari Minix. Minix adalah sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada bulan Oktober 1991 tanggal 5, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu 0.02 yang hanya dapat menjalankan bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).

Sekarang Linux adalah sistem UNIX yang lengkap, bisa digunakan untuk jaringan (networking), pengembangan software, dan bahkan untuk sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif OS yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan OS komersial, dengan kemampuan Linux yang setara bahkan lebih.

• Mengapa pakai Linux?


Lisensi
Linux, sering juga disebut GNU/Linux, adalah operating sistem yang kompatible dengan Unix, berisi kernel Linux itu sendiri dan sekumpulan lengkap alat-alat dan program-program lain, yang kebanyakan di bawah naungan proyek GNU dari Free Software Foundation. Tampilan grafis atau Graphical User Interface (GUI) disediakan oleh X Window System beserta kumpulan libraries dan alat-alatnya.

Semua software ini bisa didapat gratis berdasarkan lisensi GNU General Public License atau lisensi-lisensi lain yang mirip dengan itu. Berdasarkan lisensi ini, siapa pun bisa mendapatkan program baik dalam bentuk source code (bisa dibaca manusia) mau pun binary (bisa dibaca mesin), sehingga program tersebut dapat diubah, diadaptasi, mau pun dikembangkan lebih lanjut oleh siapa saja.

Karena banyak sekali program-program maupun komponen software (biasanya tergabung dalam “paket” yang membentuk sebuah sistem Linux yang lengkap, dan kesemuanya itu diurus oleh banyak orang dan organisasi dalam jadwal yang berbeda-beda, maka beberapa perusahaan dan organisasi mengumpulkan paket-paket tersebut menjadi satu distribusi (distro). Tapi tidak itu saja, mereka juga melakukan tes-tes terhadap software di dalamnya, mengembangkan program-program instalasi atau yang memudahkan instalasi, sebagian ada yang memberikan technical support, dan sebagainya.
Ada distribusi komersial seperti Red Hat, Caldera, SuSE, dan ada juga distribusi yang non-komersial seperti Debian GNU/Linux.

Logo distro linux
Baik distribusi komersial mau pun non-komersial tersedia tanpa dipungut biaya di internet, dan juga di media seperti CD-ROM (anda bayar ongkos media plus ongkos kirim tentunya). Perbedaan mendasar antara komersial dan non-komersial adalah bahwa produk komersial didukung oleh perusahaan yang menyediakan technical support, dan mungkin juga menyediakan beberapa software komersial lain yang tidak bisa didistribusikan secara gratis. Hal ini tentunya penting di lingkungan bisnis tertentu.


Sejarah
Walaupun Linux bukanlah sistem Unix yang resmi, Linux mempunyai dasar warisan, budaya, arsitektur dan pengalaman operating sistem Unix selama 28 tahun lebih. Sejak munculnya Linux source code (tahun 1991) kernel Linux telah diteliti (review) dan disempurnakan oleh (minimal) puluhan ribu programmer di seluruh dunia. Sebagian besar program-program GNU dan X Window System telah ada lebih lama dari Linux dan telah diteliti lebih seksama. Source code dari operating system saingan, seperti Windows 95 dan Windows NT, tidak tersedia untuk umum, sehingga tidak bisa diteliti oleh khalayak ramai. Desain dari sistem yang demikian tidak menikmati perkembangan sejarah dari sistem-sistem Unix.


Pengguna Linux
Linux diperkirakan mempunyai kurang lebih 7.500.000 pengguna, dan angka itu bertambah terus setiap harinya dengan sangat pesat. Interaksi dengan OS lain Linux bisa berinteraksi dengan operating sistem lain melalui tiga cara: kompatibilitas file dan filesystem, kompatibilitas network, dan emulasi (simulasi) operating sistem. Linux bisa menggunakan file-file dari operating sistem lain, dalam artian bisa membaca dan menulis format file tersebut. Sehingga (hard)disk maupun disket-disket dari OS/2, NT, DOS/Windows, Apple Macintosh, Unix, dan sistem-sistem lain, bisa dibaca (dalam banyak hal juga ditulis) dengan mudah oleh Linux. Hampir semua format file standar industri didukung oleh aplikasi-aplikasi Linux, kecuali beberapa format yang spesifik vendor atau produk.

Di tingkat networking, Linux bisa bekerja sama dengan baik sekali dengan operating sistem lainnya. Linux mempunyai dukungan TCP/IP yang sangat bagus, dan juga mempunyai dukungan SMB untuk Microsoft file sharing and printing melalui paket Samba, Apple file and printer sharing lewat netatalk, dan IPX/SPX (Novell) file sharing lewat paket Mars NWE (dan paket komersial dari Caldera).

Dalam lingkungan campuran Windows/Linux, menggunakan Samba server dan sistem smbclient, komputer Linux akan tampil di Network Neighborhood dari sistem Windows, hampir tidak bisa dibedakan dengan NT. Komputer Linux juga akan mempunyai akses penuh ke file dan printer yang di-share dari WFWG, Windows 95, maupun Windows NT

Pengertian Topologi Jaringan & Protokol Jaringan

1. Pengertian Topologi


Topologi (dari bahasa   Yunani topos,   "tempat",   dan   logos,   "ilmu")  merupakan cabang  matematika yang  bersangkutan  dengan  tata  ruang  yang  tidak berubah  dalam deformasi dwikontinu (yaitu ruang yang dapat ditekuk, dilipat, disusut,direntangkan, dan
dipilin  tetapi  tidak  diperkenankan  untuk  dipotong,  dirobek,  ditusuk  atau  dilekatkan).  Ia
muncul melalui pengembangan konsep dari  geometri dan teori himpunan, seperti ruang,dimensi, bentuk, transformasi.

Topologi  jaringan komputer adalah suatu cara menghubungkan komputeryang satu  dengan  komputer  lainnya  sehingga  membentuk  jaringan.  Dalan  suatu jaringan komputer jenis topologi yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan komunikasi.Untuk itu maka perlu dicermati kelebihan / keuntungan dan kekurangan / kerugian darimasing – masing topologi berdasarkan kateristiknya.

Topologi pada dasarnya adalah peta dari sebuah jaringan. Topologi jaringanterbagi lagi menjadi dua yaitu topologi secara fisik (physical topology) dan topologi secaralogika (logical   topology).   Topologi   secara  fisik  menjelaskan   bagaimana  susunan dari  label, komputer dan lokasi dari semua komponen jaringan. Sedangkan topologisecara logika menetapkan bagaimana informasi atau aliran data dalam jaringan.

Arsitektur topologi merupakan bentuk koneksi fisik untuk menghubungkan setiapnode pada sebuah jaringan. Pada sistem  LAN terdapat tiga topologi utama yangpaling sering digunakan, yaitu : Bus, Star, dan Ring. Topologi jaringan ini kemudianberkembang menjadi Topologi Tree dan Mesh yang merupakan kombinasi dari Star, Mesh,dan Bus. Berikut jenis-jenis topologi Topologi :

1.         Topologi Bus


2.         Topologi Ring (Cincin)


3.         Topologi Star (Bintang)


4.         Topologi Tree (Pohon)


5.         Topologi Mesh (Tak Beraturan)

Topologi Bus


Topologi bus ini sering juga disebut sebagai topologi backbone, dimana adasebuah kabel  coaxial  yang  dibentang  kemudian  beberapa  komputer  dihubungkan pada  kabeltersebut.


 
Secara sederhana pada topologi bus, satu kabel media transmisi dibentang dari ujung ke ujung,kemudian kedua ujung ditutup dengan “terminator” atau terminating-resistance (biasanya berupatahanan listrik sekitar 60 ohm).
1.        Pada titik tertentu diadakan sambungan (tap) untuk setiap terminal.


2.        Wujud dari tap ini bisa berupa kabel transceiver bila digunakan thick coaxsebagai media transmisi.

3.        Atau berupa BNC T-connector bila digunakan thin coax sebagai media transmisi.


4.        Atau berupa konektor RJ-45 dan Hub bila digunakan kabel UTP.

5.        Transmisi data dalam kabel bersifat full duplex, dan sifatnya broadcast,semua terminal bisa menerima transmisi data.


6.        Suatu  protokol  akan  mengatur  transmisi  dan  penerimaan  data,  yaitu  Protokol

7.       Melihat bahwa setiap segmen (Bentang) kabel ada batasnya maka di perlukan         “Reapter” untuk menyambungkan segmen-segmen kabel
Kelebihan Topologi Bus

1.      Instalasi relatif lebih murah

2.      Kerusakan satu komputer client tidak akan mempengaruhi komunikasi antar client lainnya
3.      Biaya relatif lebih murah

Kelemahan Topologi Bus

1.      Jika kabel utama (bus) atau backbone putus maka komunikasi gagal

2.      Bila kabel utama sangat panjang maka pencarian gangguan menjadi sulit Kemungkinan  akan  terjadi  tabrakan  data  (data  collision)  apabila  banyak  client yang mengirim pesan dan ini akan menurunkan kecepatan komunikasi.

Topologi Ring (Cincin)

Topologi ring biasa juga disebut sebagai topologi cincin karena bentuknya seperti cincin yangmelingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin. Cincin ini hampirsama fungsinya dengan  concenratorpada topologi star yang menjadi pusat berkumpulnya ujung kabeldari setiap komputer yang terhubung.
Secara lebih sederhana lagi topologi cincin merupakan untaian media transmisi dari satuterminal ke terminal lainnya hingga membentuk suatu lingkaran, dimana jalur transmisi hanya “satuarah”. Tiga fungsi yang diperlukan dalam topologi cincin : penyelipandata, penerimaan data, danpemindahan data.
1.        Penyelipan data adalah proses dimana data dimasukkan kedalam salurantransmisi oleh terminal pengirim setelah diberi alamat dan bit-bit tambahanlainnya.
2.        Penerimaan data adalah proses ketika terminal yang dituju telah mengambildata dari saluran, yaitu dengan cara membandingkan alamat yang ada padapaket data dengan alamat terminal itu sendiri. Apabila alamat tersebut sama makadata kiriman disalin.
3.        Pemindahan  data  adalah  proses  dimana  kiriman  data  diambil  kembali oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya (mungkinakibat salah alamat). Jika data tidak diambil kembali maka data ini akan berputar-putar dalama saluran. Pada jaringan bus hal ini tidak akan terjadi karena kirimanakan diserap oleh “terminator”.
4.        Pada  hakekatnya  setiap  terminal  dalam  jaringan  cincin  adalah  “repeater”,  dan

        mampu melakukan ketiga fungsi dari topologi cincin
       Listen State

Tiap bit dikirim dengan mengalami delay waktu

       Transmit State

Bila bit berasal dari paket lebih besar dari ring maka repeater dapat mengembalikan kepengirim. Bila terdapat beberapa paket dalam ring, repeater  yang  tengah memancarkan,  menerima  bit  dari  paket  yang tidak dikirimnya harus menampungdan memancarkan kembali.
       Bypass State

Berfungsi menghilangkan delay waktu dari stasiun yang tidak aktif.
a.   Keuntungan :
i.   Kegagalan  koneksi  akibat  gangguan  media  dapat  diatasi  lewat  jalur lainyangmasih terhubung.
ii.   Penggunaan  sambungan  point  to  point  membuat  transmission  error dapatdiperkecil

b.  Kerugian :Data  yang  dikirim,  bila  melalui  banyak  komputer,  transfer  menjadi lambat.


Topologi Star (Bintang)


Disebut topologi star karena bentuknya seperti bintang, sebuah alat yang disebutconcentrator bisa berupa hub atau switch menjadi pusat, dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke concentrator ini.
1.        Pada topologi Bintang (Star) sebuah terminal pusat bertindak sebagai pengaturdan pengendali semua komunikasi yang terjadi. Terminal-terminal lainnya melalukan komunikasi melalui terminal pusat ini.
2.        Terminal kontrol pusat bisa berupa sebuah komputer yang difungsikan sebagai

pengendali tetapi bisa juga berupa  “HUB” atau “MAU” (Multi Accsess Unit).
3.        Terdapat dua alternatif untuk operasi simpul pusat.

      Simpul  pusat  beroperasi  secara  “broadcast”  yang  menyalurkan  data ke seluruh arah. Pada operasi ini walaupun secara fisik kelihatan sebagaibintang namun secara logik sebenarnya beroperasi seperti bus. Alternatif ini menggunakan HUB.
     Simpul pusat beroperasi sebagai “switch”, data kiriman diterima oleh simpul

kemudian   dikirim   hanya   ke   terminal   tujuan   (bersifat   point-to-point), akternatif ini menggunakan MAU sebagai pengendali.
4.         Bila menggunakan HUB maka secara fisik sebenarnya jaringan berbentuk topologiBintang namun secara logis bertopologi Bus. Bila menggunakan MAU maka baik fisik maupun logis bertopologi Bintang.
Kelebihan Topologi Bintang

1.      Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke simpul pusat makapengelolaan menjadi mudah, kegagalan komunikasi mudah ditelusuri.
2.      Kegagalan   pada   satu   komponen/terminal   tidak   mempengaruhi  komunikasi terminal lain.
Kelemahan Topologi Bintang

1.      Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan semua komunikasi
2.      Bila  yang  digunakan  sebagai  pusat  kontrol  adalah  HUB  maka  kecepatan akan berkurang   sesuai   dengan   penambahan   komputer,   semakin   banyak  semakin lambat.

Topologi Tree (Pohon)


Topologi pohon adalah pengembangan atau generalisasi topologi bus. Mediatransmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup.
Topologi pohon dimulai dari suatu titik yang disebut “headend”. Dari headendbeberapa kabel ditarik menjadi cabang, dan pada setiap cabang terhubung beberapaterminal dalam bentuk bus, atau dicabang lagi hingga menjadi rumit.


        Ada dua kesulitan pada topologi ini:

    Karena  bercabang  maka  diperlukan  cara  untuk  menunjukkan  kemana data dikirim, atau kepada siapa transmisi data ditujukan.
    Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam

jaringan.

Topologi Mesh (Tak beraturan)


1.       Topologi  Mesh  adalah  topologi  yang  tidak  memiliki  aturan  dalam  koneksi.

Topologi  ini  biasanya  timbul  akibat  tidak  adanya  perencanaan  awal ketika membangun suatu jaringan.
2.      Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit dideteksi, danada kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi.
3.       Topologi ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran

yang harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlahsentral dikurangi 1.
4.      Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentralyang terpasang.
5.       Disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

6.      Topologi  ini  merupakan  teknologi  khusus  yang  tidak  dapat  dibuat dengan pengkabelan, karena sistem yang rumit. Namun dengan teknologiwireless, topologi ini  sangat memungkinkan untuk diwujudkan.

2. Pengertian Protokol

Sebelum membahas lebih jauh tentang pengertian dari masing-masing layer dalam protokol, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu protokol dalam sebuah Jaringan Komputer ? Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras. Prinsip dalam membuat protokol ada tiga hal yang harus dipertimbangkan, yaitu efektivitas, kehandalan, dan Kemampuan dalam kondisi gagal di network. Protokol distandarisasi oleh beberapa organisasi yaitu IETF, ETSI, ITU, dan ANSI. Tugas yang biasanya dilakukan oleh sebuah protokol dalam sebuah jaringan diantaranya adalah :
  • Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer / mesin lainnya.
  • Melakukan metode “jabat-tangan” (handshaking).
  • Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
  • Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
  • Bagaimana format pesan yang digunakan.
  • Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
  • Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya.
  • Mengakhiri suatu koneksi.


 pengertian Model Open System Interconnection (OSI)


Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputerdiperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetejui berbagai pihak.Seperti halnya dua orang yang  berlainan  bangsa, maka  untuk  berkomunikasi memerlukan  penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belahpihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik denganprotokol. Untuk itu maka pada tahun 1977 di Eropa sebuah badan dunia yangmenangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku sebuah model arsitektural jaringan.
Sejarah Model OSI Layer


Dahulu pada era 70-an, banyak perusahaan software maupun hardware yang membuat System Network Architektur (SNA), yang antara lain IBM, Digital, Sperry,Burough dsb. Tentunya masing – masing perusahaan tersebut membuat aturan – aturan sendiri yang satu sama lain tidak sama, misalkan IBM mengembangkan SNAyang hanya memenuhi kebutuhan komputer – komputer IBM. Dari sini kemudiantimbul masalah misalkan jaringan komputer menggunakan SNA produk IBM ingindihubungkan dengan SNA produk Digital tentunya tidak bisa, hal ini disebabkanprotokolnya tidak sama. Analoginya, misalkan anda berbicara dengan bahasa jawa,tentunya akan dimengerti pula orang lain yang juga bisa berbahasa Jawa, misalkananda berbicara dengan orang Sunda apakah bahasa anda bisa diterima oleh orangtersebut? tentunya tidak? Masalah ini bisa diselesaikan jika anda berbicaramenggunakan bahasa standar yang tentunya bisa dimengerti lawan bicara anda.

Menghadapi kenyataan ini, kemudian The International StandardOrganization (ISO) pada sekitar tahun 1980-an, meluncurkan sebuah standar modelreferensi yang berisi cara kerja serangkaian protokol SNA. Model referensi ini selanjutnya dinamakan Open System Interconnection (OSI).

Model Referensi OSI terdiri dari 7 buah bagian (layer), yang masing – masing layer mempunyai tugas sendiri – sendiri. Dikarenakan OSI terdiri dari 7 macam layer, maka model referensi OSI seringkali disebut 7 OSI layer.
Model Layer OSI
Kegunaan ModelOSI


Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainerjaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan alirankomunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.
Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupundibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.



Tabel B. 1: Lapisan OSI Layer

Lapisan

Ke -
Nama Lapisan
Keterangan
7
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasidengan

fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimanaaplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yangberada dalam lapisan ini adalah HTTP,  FTP,SMTP, dan NFS.
6
Berfungsi untuk mentranslasikan  data yanghendak

ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokolyang berada dalam level ini 5adalah perangkatlunak redirektor (redirector software), sepertilayanan Workstation (dalam  Windows NT) danjuga  Network shell (semacam  Virtual NetworkComputing (VNC) atau Remote Desktop Protocol(RDP)).
5
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimanakoneksi

dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selainitu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4
Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket

data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada levelini juga membuat sebuah tanda bahwa paketditerima dengan sukses (acknowledgement), danmentransmisikan ulang  terhadp  paket-paket yang  hilang  di  tengah jalan.
3
Berfungsi  untuk  mendefinisikan   alamat-alamat IP,

membuat header untuk  paket-paket, dankemudian


melakukan routing melalui internetworking dengan

menggunakan router dan  switch layer-3.
2
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data

dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan,  flow  control,  pengalamatan  perangkat keras (seperti halnya  Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan sepertihub, bridge, repeater, dan  switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan  Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1
Berfungsi   untuk   mendefinisikan   media  transmisi

jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur  jaringan  (seperti  halnya    Ethernet  atauToken  Ring),   topologi  jaringan  dan  pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimanaNetwork Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau  radio.

Cara Kerja OSI Layer


Cara Kerja yang dimaksud adalah proses berjalannya sebuah data darisumber ke tujuan melalui OSI layer. Jadi untuk mencapai tujuan sebuah data harusmelalui lapisan-lapisan OSI terlebih
dahulu.
1.   Pertama-tama  data  dibuat  oleh   Host  A.  Kemudian  data  tersebut turun  dari Application layer sampai ke physical layer (dalam proses ini dataakan ditambahkan header   setiap   turun   1   lapisan   kecuali   pada  Physical   layer,   sehingga   terjadi enkapsulasi sempurna).
2.   Data keluar dari host A menuju kabel dalam bentuk bit (kabel bekerja padaPhysical layer).
3.   Data masuk ke hub, tetapi data dalam bentuk bit tersebut tidak mengalami proses

apa-apa karena hub bekerja pada Physical layer.

4.   Setelah data keluar dari hub, data masuk ke switch. Karena switchbekerja pada Datalink layer/ layer 2, maka data akan naik sampai layer 2kemudian dilakukan proses, setelah itu data turun dari layer 2 kembali kelayer 1/ phisycal layer.
5.   Setelah data keluar dari switch, data masuk ke router. Karena routerbekerja pada layer 3/ Network layer, maka data naik sampai layer 3kemudian dilakukan proses, setelah itu data turun dari layer 3 kembali kelayer 1 , dan data keluar dari router menuju kabel dalam bentuk bit.
6.   Pada akhirnya data sampai pada host B. Data dalam bentuk bit naikdari layer 1 sampai layer 7. Dalam proses ini data yang dibungkus olehheader-header layer OSI mulai dilepas satu persatu sesuai denganlapisannya (berlawanan dengan proses no
1 ). Setalah data sampai di layer 7 maka data siap dipakai oleh host B

 Pengertian TCP/IP




TCP/IP (Transmission Control Protokol / Internet Protokol ) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN).

TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.


4. Definisi Masing-masing Layer pada model TCP/IP


4. Application merupakan Layer paling atas pada model TCP/IP, yang bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP.

Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya.

Dalam beberapa implementasi Stack Protocol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBios over TCP/IP (NetBT).

3. Transport berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifatconnection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless.

Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Diagram Protocol (UDP).

2. Internet berfungsi untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP.

Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP),Internet control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).

1. Network Interface berfungsi untuk meletakkan frame – frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan.

TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), Man dan Wan (seperti halnya dial-up model yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM).